About Me

Foto saya
Halo.. Saya Feni Hi-Chan :) Panggil saya Feni. Pecinta kucing yang hobi makan dan jalan-jalan.. Ratu typo (Yes) Suka main game.. sapa aja kalau lihat username : fenihichan (that's me!) Salam Kenal

Minggu, 25 Maret 2012

mawar

こんばんは。
ここはごご六じです。
にっきはインドネシアごで書きますねー。

hm... Biasa deh kalau saya nulis blog kalau ga ada masalah, kalau ga kurang kerjaan -.-
kimochi ga warui desu.
Yah soalnya untuk kesekian kalinya aku beradu mulut dg ibuku. Entah sejak kapan tinta tersebut tertoreh dalam kebiasaanku.
Jujur aku menyesal. Aku merasa buruk telah membuat goresan luka di hati ibuku. Aku jg tak ingin membuat suaranya yg lembut menjadi parau hanya gara2 diriku.
Aku kesal dg diriku yg lepas kendali ini.

Akar permasalahan ini sebenarnya hanya hal kecil yg dibesar-besarkan. Tapi hal itu yg membuatku marah.
Ketika aku melupakan hal kecil itu. Ibu berteriak padaku. Sedangkan adik-adikku melakukan kesalahan yg besar tidak diperlakukan seperti diriku.

Aku kesal dg perlakuan itu. Kenapa aku yg perempuan, yg punya perasaan yg rapuh lebih diabaikan drpd adik2ku.
Apa orang tuaku melihat sosok anaknya ini ialah sosok yang kuat.

Bukan!! Aku tidak kuat. Aku rapuh dan mudah terluka.
Jika kau melihatku sbg mawar yg berduri. Kau benar aku memang mawar yg penuh duri. Duri itu kugunakan untuk melindungiku. Duri itu kugunakan untuk menyembunyikan indentitas driku yg lemah. Duri hanya sebagai perisai agar orang2 melihatku kuat. Hingga tidak mudah disakiti.
Tapi taukah kau dibalik itu semua aku hanyalah mawar yg biasa saja. Saat duriku telah hilang dipotong satu-satu. Aku tak ubahnya sama dengan mawar yg lain. Yg tak punya perlindungan. Seperti itulah aku jika terlalu bnyak mempertahankan diri. pada akhirnya aku pun hanya menjadi wanita biasa yg rapuh karena telah kehilangan durinya.

Ucapanku, tingkah laku ku adalah duri ku. Yg melindungiku skaligus bs menyakiti orang2 yg dekat denganku. Aku seperti itu kadang karena hanya aku ingin mempertahankan mawar ini. Agar terus bermekaran. Walau kadang akhirnya membuat yg lain terluka.

Jadi ibu, ku mohon engkau mengerti. Dan maafkan aku bila duriku membuatmu menangis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar